
Katanya Ekonomi Lagi Sulit, Tapi Fore Tetap Ramai? Kok Bisa?
Di tengah banyaknya keluhan soal harga bahan pokok naik, pengeluaran makin mepet, dan gaya hidup serba hemat, satu pemandangan tetap konsisten: outlet Fore Coffee yang terus ramai, bahkan saat jam nongkrong biasa pun penuh antrean. Padahal, kalau dipikir-pikir, harga segelas kopi di Fore nggak murah. Untuk varian kopi signature, kamu bisa merogoh kocek antara Rp35.000–Rp50.000 per gelas. Jauh di atas harga kopi sachet atau kopi dari warung tetangga. Lalu pertanyaannya: Kenapa sih, di tengah ekonomi yang katanya lagi susah, Fore tetap jadi pilihan Gen Z?
1. Fore Bukan Sekadar Kopi, Tapi Lifestyle
Untuk Gen Z, beli kopi bukan cuma soal minuman. Ini soal "pengalaman" dan "identitas diri". Ngopi di Fore = gaya hidup produktif, estetik, dan urban. Bahkan, secangkir kopi bisa jadi properti wajib di konten Instagram story atau TikTok.Dengan interior yang clean, kemasan yang minimalis, dan vibes yang Instagramable, Fore berhasil menjual lebih dari sekadar kopi. Mereka menjual pengalaman minum kopi yang terasa ‘mahal’ dan ‘modern’, sesuatu yang sulit ditandingi warung kopi pinggir jalan.
2. Branding yang Konsisten dan Relevan
Salah satu kekuatan Fore adalah branding yang konsisten dan relevan banget sama gaya Gen Z. Bahasa sosial medianya santai, relate, dan kadang nyeleneh, tapi tetap estetik. Kampanye-kampanye mereka sering menyentuh hal-hal personal: dari overthinking, quarter life crisis, sampai healing ala anak muda perkotaan.Gen Z merasa “gue banget” saat melihat konten Fore. Akhirnya, hubungan m ereka dengan brand ini terasa dekat, bukan sekadar pelanggan dan penjual, tapi seperti "teman yang paham."
3. Inovasi Menu yang Nggak Basi
Fore tahu Gen Z suka yang unik dan anti mainstream. Maka dari itu, mereka terus berinovasi. Misalnya: Butterscotch Sea Salt Latte, Pandan Latte, atau kolaborasi menu dengan merek-merek hits lainnya.Menu-menu ini bukan cuma enak, tapi juga "worthy to share". Sekali minum, harus upload. Sekali upload, makin banyak orang penasaran. Akhirnya, viral. Inilah kekuatan inovasi + social proof dalam dunia bisnis kopi.
4. Digital Experience yang Nyaman
Gen Z adalah generasi yang tumbuh dalam era digital. Mereka anti ribet dan suka kemudahan. Fore memfasilitasi itu dengan aplikasi yang user-friendly, sistem pemesanan cepat, integrasi dengan GoFood/GrabFood, sampai fitur loyalty point dan subscription plan.Cukup dengan beberapa klik, kopi udah siap. Semudah itu. Dan buat Gen Z, kemudahan = kenyamanan = loyalitas.
5. Outlet yang Multifungsi: Nongkrong, Kerja, Konten
Outlet Fore Coffee dirancang untuk lebih dari sekadar minum kopi. Banyak yang datang ke sana buat kerja remote, meeting santai, atau sekadar bikin konten. Fungsinya multifungsi dan sesuai gaya hidup Gen Z yang multitasking.Ketimbang nongkrong di tempat biasa, nongkrong di Fore terasa lebih “produktif” dan “berkelas”, walaupun kenyataannya tetap scroll TikTok juga 😄
6. Harga Mahal, Tapi "Masuk Akal"
Nah, ini poin penting. Meskipun mahal, banyak yang merasa harga Fore sepadan dengan kualitas yang didapat. Dari pelayanan, rasa, hingga kemasan, semua terasa niat.Gen Z bukan anti mahal. Mereka hanya butuh alasan kenapa harus bayar lebih. Dan Fore sukses memberikan alasan itu lewat kualitas produk + pengalaman menyeluruh yang menyenangkan.
7. Self-Reward di Tengah Tekanan Hidup
Banyak Gen Z yang merasa tertekan: kerjaan numpuk, gaji pas-pasan, quarter life crisis, belum lagi tekanan sosial. Akhirnya, beli kopi mahal seperti Fore jadi bentuk self-reward kecil yang terasa melegakan.“Gue udah kerja keras, masa nggak boleh nikmatin kopi enak dikit?”
Kalimat itu jadi pembenaran yang wajar. Self-reward bukan pemborosan, tapi bentuk perawatan diri. Dan Fore jadi simbol yang pas untuk itu.
Apa Pelajaran yang Bisa Diambil dari Kesuksesan Fore?
Kesuksesan Fore bukan kebetulan. Mereka tahu apa yang diinginkan pasar, dan tahu cara menyajikannya dengan branding dan strategi yang matang.Buat kamu yang ingin membuka coffee shop atau sedang jalanin bisnis kopi, penting banget buat belajar dari mereka. Karena bisnis kopi zaman sekarang nggak cukup hanya soal rasa tapi soal pengalaman, strategi, dan positioning.
🚀
Mau Punya Coffee Shop Sekeren Fore? Mulai dari Ilmu yang Tepat!
Bergabunglah dalam Kelas Manajemen Coffee Shop dari Coday Coffee Class, kelas khusus untuk kamu yang ingin:
- Buka coffee shop sendiri tapi bingung mulai dari mana
- Upgrade cara kelola bisnis kopi biar lebih sustainable
- Punya strategi branding & marketing yang relate ke Gen Z
- Belajar langsung dari pelaku industri kopi berpengalaman
📝
Materi yang dibahas:
- Konsep & desain coffee shop
- Manajemen keuangan & operasional
- Teknik pricing & upselling
- Strategi promosi digital
- Studi kasus bisnis kopi sukses (termasuk Fore!)
📍
Online & offline class tersedia
📆
Jadwal fleksibel
📣
Cocok untuk pemula atau pemilik usaha yang ingin scale up
🎯
Yuk, bawa mimpimu jadi coffee shop sukses dan relevan di tengah tren!
Klik link di bio atau DM sekarang untuk info & pendaftaran kelas!