Kenapa Harga Kopi di Coffee Shop Naik?

(Spoiler: Kopinya Nggak Salah, Sistemnya yang Ribet)

Pernah nggak sih niatnya cuma “ngopi santai”, tapi pas liat menu langsung mikir:
“Ini kopi apa investasi jangka panjang?” 😭-
Yes bestie, harga kopi emang lagi naik. Tapi tenang, ini bukan konspirasi coffee shop. Ada banyak alasan masuk akal di balik secangkir kopi yang kamu pegang sambil scrolling IG itu.

1. Dari Kebun Aja Kopinya Udah Mahal
Drama dimulai dari biji kopi (green bean).
Cuaca makin random, panen nggak selalu aman, petani juga butuh hidup layak (periodt).
Harga naik dari hulu → efek domino ke roastery → lanjut ke coffee shop.
Jadi bukan baristanya yang iseng naikin harga, ya.

2. Coffee Shop Juga Kena “Hidup Mahal”
Coffee shop itu bayar:
Sewa tempat (naiknya nggak ngotak)
Listrik (mesin espresso boros daya)
Air
Gaji barista (biar nggak digaji pake exposure)
Kalau semua biaya naik, harga kopi ya ikut menyesuaikan. Realita pahit selain kopi tanpa gula.

3. Kopi Sekarang Nggak Main-main
Banyak coffee shop udah naik level:
Single origin
Specialty coffee
Proses ribet: natural, honey, anaerobic
Semakin niat prosesnya, semakin mahal juga bahan bakunya. Tapi ya… rasanya juga beda universe.

4. Kopi Susu Bukan Cuma Kopi + Susu
Kaum latte & kopi susu wajib tau:
Harga susu, gula aren, sirup, cup, sampai sedotan itu naik semua.
Jadi kalau kopi susu favorit kamu naik 3–5 ribu, itu hasil kolaborasi semua bahan yang ikutan mahal.

5. Barista Sekarang Bukan “Cuma Nakar”
Barista zaman now:
Harus paham kopi dari biji sampai cup
Ngerti rasa, aroma, dan teknik seduh
Ikut training & kelas biar skill naik level
Semua itu bikin kopi kamu konsisten enak. Dan yes, itu ada cost-nya.

6. Kamu Sebenernya Lagi Beli Experience
Ngopi di coffee shop =
kopi + tempat nyaman + WiFi + vibes + playlist chill.
Jadi yang kamu bayar bukan cuma minuman, tapi pengalaman nongkrong.
Terus, Hubungannya Sama Kelas Barista Apa?
Nah, di sinilah plot twist-nya 👀-
Kalau kamu sering mikir:
“Kenapa kopi di coffee shop bisa segini harganya?”
“Sebenernya yang bikin mahal itu apanya sih?”
Atau malah kepikiran: “Kayaknya seru juga ya bisa bikin kopi seenak ini”
Artinya kamu udah siap naik level dari penikmat kopi jadi orang yang paham kopi.
Saatnya Kenal Lebih Dalam Dunia Kopi Bareng Coday Coffee Class -🔥-

Di Coday Coffee Class, kamu nggak cuma diajarin bikin kopi, tapi:
Paham alur kopi dari hulu ke hilir
Ngerti kenapa harga kopi bisa naik
Belajar skill barista langsung dari praktisi
Cocok buat pemula, career switcher, sampai yang pengen buka coffee shop

Jadi next time kamu liat harga kopi naik, kamu nggak cuma ngeluh…
tapi bisa bilang:
“Oh ini mah wajar, gue ngerti ilmunya.” 😎-

- Ngopi boleh, ngerti kopinya juga wajib.
Kalau mau upgrade insight + skill, Coday Coffee Class jawabannya.
Blog Post Lainnya
Macam-Macam Metode Seduh Manual Brew : Biar Ngopi Nggak Cuma “Pahit Doang”Ngopi zaman sekarang tuh udah bukan cuma soal melek atau gaya hidup doang. Buat sebagian orang (termasuk kamu yang baca ini 😏), ngopi itu pengalaman. Dari aroma, rasa, sampai aftertaste yang bikin mikir, “Eh, kok kopinya beda ya?”. Nah, salah satu faktor paling ngaruh ke rasa kopi adalah metode seduh, khususnya manual brew. Manual brew itu intinya nyeduh kopi pakai tangan, bukan mesin, jadi semua rasa ditentukan sama teknik dan perhatian si penyeduh. Yuk, kita bahas satu per satu metode seduh manual brew yang wajib kamu kenal biar nggak cuma jadi penikmat, tapi juga ngerti ceritanya. 1. V60 – Favorit Anak Coffee Shop. . Hasilnya : clean, bright, dan wangi parah. Kalau kamu sering nongkrong di coffee shop specialty, kemungkinan besar ini metode yang paling sering kamu lihat. Bentuknya kerucut, namanya V60 karena sudutnya 60 derajat. Kenapa banyak yang pake? Karena V60 bisa “ngebuka” karakter kopi dengan maksimal. Karakter rasa:. Clean banget. Acid-nya kerasa. Aroma fruity & floral
PT. Coday Megah Sentosa
Jl. Ahmad Wahid, Mantup, Banguntapan
Yogyakarta - Indonesia

📱- CS Support +6282134145359
- codaycoffeelab.jogja@gmail.com
Social Media
Cari
-