Macam-Macam Metode Seduh Manual Brew : Biar Ngopi Nggak Cuma “Pahit Doang”

Ngopi zaman sekarang tuh udah bukan cuma soal melek atau gaya hidup doang. Buat sebagian orang (termasuk kamu yang baca ini 😏-), ngopi itu pengalaman. Dari aroma, rasa, sampai aftertaste yang bikin mikir, “Eh, kok kopinya beda ya?”

Nah, salah satu faktor paling ngaruh ke rasa kopi adalah metode seduh, khususnya manual brew. Manual brew itu intinya nyeduh kopi pakai tangan, bukan mesin, jadi semua rasa ditentukan sama teknik dan perhatian si penyeduh.

Yuk, kita bahas satu per satu metode seduh manual brew yang wajib kamu kenal biar nggak cuma jadi penikmat, tapi juga ngerti ceritanya.


1. V60 – Favorit Anak Coffee Shop



Coday Coffee Class
Coday Coffee Class

Hasilnya : clean, bright, dan wangi parah

Kalau kamu sering nongkrong di coffee shop specialty, kemungkinan besar ini metode yang paling sering kamu lihat. Bentuknya kerucut, namanya V60 karena sudutnya 60 derajat.

Kenapa banyak yang pake?
Karena V60 bisa “ngebuka” karakter kopi dengan maksimal.


Karakter rasa:
  • Clean banget
  • Acid-nya kerasa
  • Aroma fruity & floral keluar semua

Cocok buat:
Kopi single origin yang rasanya unik, kayak Ethiopia, Kenya, atau kopi Indonesia yang fruity.

Catatan penting:
Teknik tuang air (pouring) di V60 itu krusial. Salah dikit, rasa bisa zonk. Jadi jangan heran kalau barista V60 keliatan fokus banget pas nyeduh.

2. Kalita Wave – Aman Buat Pemula


google.com
google.com
Hasilnya : balance, stabil, dan jarang gagal

Sekilas mirip V60, tapi Kalita Wave punya dasar datar dan tiga lubang kecil. Desain ini bikin air turun lebih stabil, jadi ekstraksi lebih merata.

Karakter rasa:
  • Seimbang
  • Body lebih kerasa
  • Nggak terlalu asam

Cocok buat:
Kamu yang baru masuk dunia manual brew tapi pengen hasil yang konsisten.

Kalita itu ibarat temen yang selalu bisa diandalkan—nggak banyak drama, tapi hasilnya oke.

3. Chemex – Estetik Tapi Serius


google.com
google.com

Hasilnya : clean level elite

Chemex itu definisi “kopi cantik tapi niat”. Bentuknya kayak lab kimia tapi estetik banget. Filter-nya super tebal, bikin hasil seduhan super bersih.

Karakter rasa:
  • Clean parah
  • Body ringan
  • Aftertaste halus dan rapi

Cocok buat:
Kopi yang aromanya kompleks dan pengen dinikmati pelan-pelan.

Plus point:
Chemex cocok buat kamu yang ngopi sambil foto-foto. Estetik ✔️- rasa ✔️-

4. French Press – Bold & Nendang


-
Buat yang suka kopi “berasa kopi”

Metode ini pakai teknik immersion alias kopi direndam barengan sama air panas. Nggak pakai kertas filter, jadi minyak alami kopi ikut masuk ke cangkir.

Karakter rasa:
  • Body tebal
  • Rasa kuat
  • Ada sensasi earthy

Cocok buat:
Penikmat kopi pahit, bold, dan deep.

Tips:
Pakai grind kasar. Kalau terlalu halus, siap-siap minum kopi pahit kebangetan.

5. Aeropress – Mainan Favorit Barista


google.com
google.com

Bisa apa aja, tergantung resep

Aeropress itu alat kecil tapi kemampuannya gede. Mau clean? Bisa. Mau bold? Bisa. Mau eksperimen aneh-aneh? Gas.

Karakter rasa:
  • Clean tapi tetap berisi
  • Fleksibel banget
  • Bisa diatur sesuai mood

Makanya banyak kompetisi kopi pakai Aeropress. Setiap orang bisa punya resep andalan sendiri.

6. Vietnam Drip – Slow Tapi Ngena


google.com
google.com

Kopi nunggu, tapi puas

Metode klasik dari Vietnam ini nyeduh kopi tetes pelan-pelan. Biasanya dipadu sama susu kental manis.

Karakter rasa:
  • Strong
  • Pahit-manis
  • Aftertaste tahan lama

Cocok buat:
Kopi robusta dan kamu yang suka kopi manis tapi tetap “keras”.

7. Tubruk – Kopi Paling Jujur


google.com
google.com

No filter, no ribet

Ini metode paling lokal dan paling apa adanya. Bubuk kopi + air panas = jadi.

Karakter rasa:
  • Bold
  • Natural
  • Autentik

Tubruk ngajarin satu hal: kopi enak nggak harus ribet. Yang penting bijinya bagus.

8. Syphon – Ngopi Sekalian Nonton


google.com
google.com

Visual dapet, rasa juga dapet

Syphon itu metode seduh yang keliatan kayak eksperimen IPA. Pakai tekanan uap dan vakum, hasilnya clean tapi aromanya kuat.

Karakter rasa:
  • Balance
  • Clean
  • Aroma naik

Biasanya dipakai buat experience premium di coffee shop.

Penutup: Metode Beda, Rasa Beda


Manual brew itu soal eksplorasi. Metode yang beda bisa bikin biji kopi yang sama rasanya jadi totally different. Jadi kalau kamu pernah ngerasa, “Kok kopinya beda ya padahal bijinya sama?” jawabannya : metode seduh.

Kalau kamu pengen:
  • Ngerti manual brew dari nol
  • Bisa bedain rasa tanpa ngasal
  • Nyeduh kopi yang konsisten & proper

Belajar langsung di kelas manual brew by Coday Coffee Class itu worth it banget -🔥-
Kuota terbatas mumpung masih harga promo segera hubungi admin kami di +6282134145359 ☕️-😉-
Blog Post Lainnya
Kenapa Harga Kopi di Coffee Shop Naik?(Spoiler: Kopinya Nggak Salah, Sistemnya yang Ribet). Pernah nggak sih niatnya cuma “ngopi santai”, tapi pas liat menu langsung mikir:. “Ini kopi apa investasi jangka panjang?” 😭. Yes bestie, harga kopi emang lagi naik. Tapi tenang, ini bukan konspirasi coffee shop. Ada banyak alasan masuk akal di balik secangkir kopi yang kamu pegang sambil scrolling IG itu. 1. Dari Kebun Aja Kopinya Udah Mahal. Drama dimulai dari biji kopi (green bean). Cuaca makin random, panen nggak selalu aman, petani juga butuh hidup layak (periodt). Harga naik dari hulu → efek domino ke roastery → lanjut ke coffee shop. Jadi bukan baristanya yang iseng naikin harga, ya. 2. Coffee Shop Juga Kena “Hidup Mahal”. Coffee shop itu bayar:. Sewa tempat (naiknya nggak ngotak). Listrik (mesin espresso boros daya). Air. Gaji barista (biar nggak digaji pake exposure). Kalau semua biaya naik, harga kopi ya ikut menyesuaikan. Realita pahit selain kopi tanpa gula. 3. Kopi Sekarang Nggak Main-main. Banyak coffee shop udah
PT. Coday Megah Sentosa
Jl. Ahmad Wahid, Mantup, Banguntapan
Yogyakarta - Indonesia

📱- CS Support +6282134145359
- codaycoffeelab.jogja@gmail.com
Social Media
Cari
-